Gandeng Organisasi Anak Muda, Ketua DPRD Bersih-Bersih Pantai Bantemi

Ketua DPRD Kaimana Frans Amerbay SE ketika memberikan arahan pada para pemuda usai pembersihan pantai Bantemi, 20 Februari 2018.
Ketua DPRD Kaimana Frans Amerbay SE ketika memberikan arahan pada para pemuda usai pembersihan pantai Bantemi, 20 Februari 2018.

Bekerjasama dengan dua organisasi pemuda, Anak Muda Pentagon dan Organisasi Pemuda Cenderawasih, Ketua DPRD Kabupaten Kaimana, Frans Amerbay SE turun lapangan melakukan pembersihan sampah di sepanjang Pantai Bantemi, Selasa (20/2) sore.

Kegiatan, yang rencananya akan digelar satu kali dalam sebulan, ini digagas orang nomor satu di DPRD tersebut untuk merangkul para pemuda yang sementara ini masih sebagai pengangguran di Kota Kaimana.

“Pantai ini berada di pinggiran jalan raya. Ibarat sebagai halaman depan rumah yang akan dilihat oleh siapapun yang berkunjung ke Kaimana. Kewajiban kita untuk membersihkanya. Terlepas dari itu, kegiatan ini juga sebagai ajang untuk mengingatkan kita semua agar tertib membuang sampah pada tempatnya,” tuturnya.

Usai bersih-bersih pantai, Ketua DPRD juga memberikan arahan kepada puluhan pemuda yang hadir untuk menghindari hal-hal yang negatif, serta bersama-sama menjaga agar Kaimana aman dan bersih.

Selain itu, dia juga mengatakan akan mengusulkan ke pemerintah daerah untuk melibatkan pemuda dalam menjaga sepanjang pantai Bantemi, termasuk wilayah Taman Kota Kaimana.

“Intinya, pemerintah terlebih dulu sediakan fasilitas penunjang seperti WC, dan pondok-pondok kecil untuk berjualan dan bersantai, sehingga bisa dilakukan penarikan retribusi seperti penarikan biaya parkir kendaraan, retribusi untuk warung-warung kecil, dan retribusi setiap pengunjung,” paparnya.

Hasil retribusi ini akan dibagi dua, yakni sebagian masuk ke Kas daerah untuk kegiatan pembangunan, lalu sebagiannya lagi untuk membayar para pemuda yang menjaga fasilitas dan kebersihan di tempat ini.

“Kalau orang katakan ini untuk mencari popularitas, maka itu sangatlah keliru karena semua ini dilakukan untuk kepentingan bersama. Kalau setiap ada kegiatan dan selalu dikait-kaitkan dengan popularitas, maka kapan lagi kita mau ambil langkah untuk membangun negeri ini,” tandasnya.(cpk3)