Buka Manasik Umroh, Wagub Minta Jangan Ada Fitnah

Buka Manasik Umroh, Wagub Minta Jangan Ada Fitnah

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, meminta jamaah calon umroh dari Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari mengikuti yang disampaikan dalam manasik, untuk diterapkan saat mengikuti umroh Madinah dan Mekkah.

Wagub juga mengatakan ada 75 orang dari Provinsi Papua Barat yang diikutkan dalam umroh ini.

“Umat Islam ini banyak. Ada yang belum berangkat. Tapi saya mau katakan, ini panggilan. Bapak/ibu yang dipanggil, kalau ada yang kritik, tidak apa. Insyaallah tahun depan dia yang akan saya prioritaskan. Jangan kita fitnah, karena bisa membuat dosa,” kata Wagub dalam pembukaan manasik umroh, Rabu (20/6).

Wagub mengaku senang berada dengan para jamaah calon umroh. Wagub minta untuk menjaga nama baik Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari.

Buka Manasik Umroh, Wagub Minta Jangan Ada Fitnah

“Jangan ada muncul di Facebook, goyang kasidah, nyanyi-nyanyi di sana. Ikuti apa yang diberikan alam manasik. Jangan ikut yang lain-lain,” ingat Wagub dalam kegiatan di Kyriad Airport Hotel, Tangerang, Banten itu, Rabu (20/6).

Wagub juga meminta jamaah umroh untuk menjaga kesehatan, menyiapkan obat-obatan. “Kita sesuaikan dengan kondisi yang ada,” imbuh Wagub.

Sementara itu, Ketua MUI PB, Ahmad Nausrau berterima kasih pada Pemkab Manokwari dan Pemprov Papua Barat yang telah mengikutkan umroh para guru mengaji,para imam masjid, majelis taklim, tokoh organisasi Islam, dan media massa.

“Tidak banyak daerah yang lakukan itu. Satu hal yang perlu kita ketahui, Gubernur Papua Barat adalah Nasrani. Bupati Manokwari juga adalah Nasrani. Tapi punya kepedulian yang luar biasa. Ini kita harus terus berikan dukungan, baik dalam pelayanan pemerintahan maupun kemaslahatan. Semoga selalu diberkahi oleh Allah SWT,” kata pria asli Papua lulusan Mesir ini.

Ahmad berharap program ini terus dipertahankan, sehingga yang belum mendapat giliran bisa mendapatkan kesempatan selanjutnya.

“Bukan hanya umroh, ada juga program haji dari Pemprov Papua Barat dan Kabupaten Manokwari. Sejak 2017 memfasilitasi 100 persen. Itu juga diambil acak dari kabupaten/kota. Sehingga orangtua yang tidak punya kemampuan dana, bisa mengikuti. Tahun ini ada lima orang dari provinsi,” tuturnya.

Proses umrroh ini sedianya dilakukan sebelum Ramadhan, namun karena administrasi di pemerintah daerah yang harus dilewati, sehingga baru berjalan di bulan Syawal. “Sesungguhnya ini bukan karena faktor kesengajaan, karena ada proses administrasi di pemda yang harus dilalui,” jelas Ahmad.

Buka Manasik Umroh, Wagub Minta Jangan Ada Fitnah

Total jumlah umrah tahun ini dari Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari sebanyak 186 oramg, termasuk pendamping dan pembimbing, dalam dua grup.

Grup Kabupaten Manokwari 42 orang dan dua orang pembimbing akan mengikuti umroh plus Turki, Madinah, Mekkah.

Grup Provinsi Papua Barat akan mengikuti umroh reguler ke Madinah dan Mekkah.

Program umroh yang dipilih Kabupaten Manokwari selama 12 hari. Tiga hari di Madinah, empat hari di Mekkah, dua hari di Turki.

Provinsi umroh reguler 12 hari. Tiga hari di Madinah, tujuh hari di Mekkah.

“Program ini dipilih bintang tiga, tapi karena dengan jumlah jamaah yang banyak kami maksimalkan fasilitas menjadi bintang 5. Ini 200 meter dari Masjidil Haram,” jelasnya.

Acara Manasik dirangkai dengan salaman usai Idul Fitri dan foto bersama Wakil Gubernur Papua Barat.

Para jemaah umroh akan berangkat Kamis (21/6) besok pukul 11:00 WIB. Rencana kembali ke tanah air pada 2 Juli mendatang.(***/dixie)