Deklarasi Pemilu Aman, Damai, Sejuk, Kapolda dan Pangdam Harap Pemilu Berjalan Baik

Deklarasi Pemilu Aman, Damai, Sejuk, Kapolda dan Pangdam Harap Pemilu Berjalan Baik

Kapolda Papua Barat Barat, Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja mengharapkan pelaksanaan Pemilu baik Legislatif maupun Pilpres bisa berjalan dengan baik. Itu mengapa, Polri menggagas deklarasi damai di seluruh wilayah.

“Kita tidak deklarasi siap kalah dan siap menang. Karena kalau kalah pasti tetap akan protes. Yang kita deklarasi adalah Aman, Damai dan Sejuk,” ujar Kapolda dalam deklarasi Pemilu Aman, Damai dan Sejuk, di Mapolda Papua Barat, Rabu (19/9).

Deklarasi itu digagas Polda Papua Barat dengan mengundang seluruh penyelenggara Pemilu, pengawas Pemilu dan juga partai yang berlaga di Pemilu mendatang dan pihak keamanan. Mereka membubuhkan tanda tangan di bentangan baliho deklarasi.

Kapolda mengajak seluruh ketua partai menyatukan hati dan visi bahwa Pemilu 2019 di Papua Barat akan berlangsung aman, apalagi kondisi Provinsi Papua Barat masih cukup aman.

“Kita jauh lebih aman dibanding saudara tua kita di Papua. Tindak pidana tiap hari palingan tiga sampai empat kali. Jarang sampai 15 kali. Ini indikator, dibandingkan Polsek di Jawa yang bisa tangani banyak laporan kejadian hanya dalam waktu 1 jam,” ungkapnya.

Sementara itu, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye O Wayangkau saat memberikan amanat mengaku bersyukur karena Papua Barat masih tetap aman sampai saat ini.

Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII/Kasuari

“Jadi kita ini persiapkan diri untuk membantu proses berjalan, bukan kita yang utama. Jadi kita harapkan proses pemilihan ini berjalan dengan baik sesuai tahapan,” ujarnya.

Meski tidak pernah mencoblos, Pangdam mengaku evaluasi yamg dilakukan dalam setiap proses pemilihan, secara garis besar hanya dua hal menjadi penyebab persoalan, yakni peserta merasa dicurangi dan peserta memaksakan kehendak.

“KPU dan perangkat lainnya, harus bisa mensosialisasikan aturan dengan baik dan merata supaya tidak ada yang merasa dicurangi lantaran minim pengetahuan dan tidak memaksakan kehendak karena merasa dicurangi,” tuturnya.(njo)