Papua Barat Tekad Raih Status Non Endemis Kaki Gajah

Papua Barat Tekad Raih Status Non Endemis Kaki Gajah

Papua Barat bertekad agar seluruh kabupaten/kota bisa menyandang status non endemis penyakit kaki gajah.

Ini dikatakan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di hadapan Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, dalam pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) Nasional 2018 di Kabupaten Sorong, Senin (15/10/2018).

Tekad ini dilatarbelakangi survei Kementerian Kesehatan pada 2002-2015, bahwa dari 12 dari 13 kabupaten/kota di Papua Barat masuk kategori endemis kaki gajah. Yang bebas hanya Kabupaten Pegunungan Arfak.

Untuk menuntaskan masalah ini Papua Barat terus memberikan obat pencegahan massal tiap Oktober sejak 2015 lalu untuk mencapai status non endemis.

Gubernur menyadari tidak mudah mengajak seluruh penduduk usia 2 sampai 70 tahun untuk berpartisipasi minum obat pencegahan kaki gajah.

Meski demikian, prestasi nasional yang diraih Papua Barat dalam pemberian imunisasi campak rubella diyakini bisa membuat tekad pencegahan kaki gajah itu bisa diperoleh.

Papua Barat per 26 September 2018 lalu jadi provinsi pertama di Indonesia yang berhasil mencapai target 95 persen pemberian imunisasi campak rubella, walau masih ada empat kabupaten/kota yang belum capai target itu.

Terkait itu, Gubernur mengucapkan selamat pada 51 bupati/walikota dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk 9 dari Papua Barat, yang akan menerima penghargaan atas keberhasilan mencapai target imunisasi campak rubella.(an/dixie)

Baca Juga :
20 Vlakon Vaksin MR Habis di Warmare