Papua Barat Kans Tuan Rumah Peksiminas XV 2020

Papua Barat Kans Tuan Rumah Peksiminas XV 2020
Kontingen Papua Barat di Peksiminas XIV 2018 di Provinsi DI Yogyakarta,(foto: istimewa)

Papua Barat memiliki kans untuk jadi tuang rumah Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XV 2020 mendatang.

Menurut Pj Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Papua Barat, Dr. Roberth KR Hammar SH MH MM, ada tiga provinsi yang ditetapkan sebagai calon penyelenggara ajang seni dan budaya nasional dua tahunan itu.

Selain Papua Barat, dua provinsi lain yang dicalonkan adalah Jawa Barat da Sumatera Barat.

“Siapa yang akan jadi tuan rumah nantinya ditentukan Kemenristekditi, berdasarkan proposal yang diajukan masing-masing tuan rumah,” ujarnya, Rabu (17/10/2018).

Hammar yang juga Kepala Biro Hukum Pemprov Papua Barat tersebut menyatakan akan melaporkan hal tersebut ke Gubernur Papua Barat.

Papua Barat Kans Tuan Rumah Peksiminas XV 2020
Pj Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Papua Barat, Dr. Roberth KR Hammar SH MH MM
dan Wakil Ketua Kontingen Papua Barat ke Peksiminas XIV 2018 di Provinsi DI Yogyakarta Baso Daeng. (foto: istimewa)

“2020 tahun sibuk karena ada PON dan Pesparawi Tanah Papua. Kita akan manfaatkan peluang ini. Rencananya akan dipusatkan di Kota Sorong, dengan melibatkan kampus-kampus di kota Sorong. Mudah mudahan terwujud,” harapnya.

Saat ini Peksiminas XIV Tahun 2018 sedang bergulir di Provinsi DI Yogyakarta. Lebih dari 1000 mahasiswa berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia mengikuti kegiatan yang dibuka Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Didin Wahidin, di Lapangan Pancasila, Universitas Gadjah Mada, 15 Oktober 2018 lalu.

Kontingen Papua Barat yang terdiri dari 32 orang di ajang ini terdiri dari mahasiswa UNIPA, STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa Manokwari. “Total ada 15 lomba di Peksiminas IV 2018 ini. Papua Barat ikut lomba vocal group, solo pop, dangdut, seriosa, baca puisi, tulis puisi, fotografi dan melukis,” jelas wakil ketua kontingen Papua Barat, Baso Daeng.(an/dixie)

Baca Juga :
Papua Barat Kekurangan 800-1000 Guru Produktif SMK