STIH Bintuni-Manokwari dan STIE Mah Eisa Lakukan Gebrakan Langka

STIH Bintuni-Manokwari dan STIE Mah Eisa Lakukan Gebrakan Langka
Kakanwil Kemenkum dan HAM Papua Barat, Anthonius Matius Ayorbaba SH MSi (kedua kiri) menyerahkan MoU ke Ketua STIH Bintuni-Manokwari Dr Roberth KR Hammar SH MM, disaksikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV Papua dan Papua Barat Kementerian Ristek dan Dikti, Dr Suriel S Mofu SPd MEd TEFL MPhil (kedua kanan) di Manokwari, 4 Maret 2019

Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Bintuni-Manokwari dan Sekolah Tinggi Ilmu EKonomi (STIE) Mah Eisa Manokwari terus menggenjot kualitas. Ini tampak dengan penyerahan MoU STIH Bintuni-Manokwari dengan Kanwil Kemenkum dan HAM Papua Barat dan penandatangan MoU STIH Bintuni-Manokwari dan STIE Mah Eisa dengan English Teaching Institute Papua, Senin (4/3/2019).

Dua peristiwa penting untuk kemajuan pendidikan tinggi di Papua Barat ini juga diwarnai dengan kuliah umum Kakanwil Kemenkum dan HAM Papua Barat, Anthonius Matius Ayorbaba SH MSi, dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat Kementerian Ristek dan Dikti, Dr Suriel S Mofu SPd MEd TEFL MPhil, disaksikan Ketua STIH Bintuni-Manokwari Dr Roberth KR Hammar SH MM dan STIE Mah Eisa.

Dua MoU ini diapresiasi Mofu. “Ini langka karena jarang peguruan tinggi swasta (melakukan kerjasama) seperti ini. Kerjasama ini mengangkat derajat kewibawaan lembaga pendidikan tinggi swasta yang berkualitas,” ujar Mofu yang mantan Rektor Unipa itu.

Kerjasama dengan Kemenkum dan HAM itu, kata Mofu, bukan cuma membuat mahasiswa STIH Bintuni-Manokwari belajar teori saja, tapi juga praktik hukum langsung di dunia nyata. “Wawasan dan pengetahuan jelas akan bertambah luas. Output pun pasti kian baik,” yakin Mofu.

Untuk itu, Mofu berterima kasih pada Kemenkum dan HAM yang membuka diri membangun kerjasama dengan perguruan tinggi di Papua.

STIH Bintuni-Manokwari dan STIE Mah Eisa Lakukan Gebrakan Langka
MoU dengan English Teaching Institue Papua yang bekerjasama dengan British Council

Hal senada dikatakannya terkait MoU dengan English Teaching Institute Papua, yang bekerjasama dengan British Council di Jakarta. “Karena sekarang ini bahasa Inggris bukan lagi sebuah kebutuhan, tapi keharusan,” tegas Mofu.

Apalagi, Manokwari merupakan satu dari enam lokasi pusat pengujian IELTS (International English Language Testing System) di seluruh Indonesia. Itu membuat peserta ujian IELTS bakal berdatangan dari berbagai lokasi di Indonesia.

Baca Juga :
Papua Barat Optimis Raih Hasil Optimal di Pesparawi Nasional

“Ini terobosan luar biasa,” ungkap Mofu lalu mengatakan pada 27 April nanti akan digelar uji serentak IELTS di Manokwari.(an/dixie)