Tim BTKL Ambon ke Kaimana Untuk Analisa Dampak Pemotongan Kapal

Tim BTKL Ambon ke Kaimana Untuk Analisa Dampak Pemotongan Kapal
Binsar Sitanggang, Penyidik PPNS Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kaimana

Tim Balai Teknis Kesehatan Lingkungan (BTKL) Ambon dijadwalkan tiba di Kaimana, Senin (1/4/2019) besok.

Mereka akan menganalisa dan mengambil sampel air laut untuk diuji di laboratorium terkait pemotongan 16 kapal eks PT Avona Mina Lestari di perairan Pelabuhan Kaimana.

“Mereka sebenarnya sudah tiba di Sorong Sabtu kemarin. Hanya saja mereka terlambat penerbangan dari Sorong ke Kaimana, sehingga harus bermalam di sorong dan rencana besok sudah bisa tiba di Kaimana,” tutur Binsar Sitanggang pada papuakini.co, Minggu (31/3/2019).

Lelaki yang juga sebagai Penyidik PPNS di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kaimana ini mengatakan PT Jaya Sakti Las sebagai pemilik kapal telah melanggar aturan.

“Ada dua hal dalam analisa. Apabila uji fisik kurang meyakinkan maka dilakukan uji laboratorium. Kalau secara uji fisik kita lihat ada perubahan rona, contohnya kemarin warna air laut hijau ke biru-biruan tetapi setelah ada aktivitas pemotongan kapal berubah menjadi hijau kekuning-kuningan. Namun untuk meyakinkanya maka kita uji lab,” tegasnya.

Menurut Binsar, aktivitas pemotongan ini tidak memiliki standard keamanan dan dokumen lingkungan, termasuk dasar dikeluarkannya ijin scraping.

Sebelumnya, dalam pertemuan di kantor Bappeda Kaimana Jumat (22/3/2019), dan dalam RDP DPRD Kaimana Selasa (26/3/2019), pemerintah daerah meminta agar 16 kapal ini harus segera dikeluarkan dari Kaimana.

Pasalnya, dalam tata Ruang RT/RW Kabupaten Kaimana tak ada lokasi sedikitpun yang diperuntukkan bagi aktivitas pemotongan kapal.

Selain itu, Kaimana telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kabupaten melalui Perda Nomor 11 Tahun 2014.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Jaya Sakti Las, Jonathan Chandra, mengatakan sudah megantongi semua ijin yang dibutuhkan. Dia menyatakan perusahaannya sudah belasan tahun bergelut di bidang pemotongan kapal. Dia juga mengatakan tak tahu kalau ada ijin yang juga harus ijin di Kaimana.(cpk3/dixie)