“Pusat Bantu Tak Bantu, Tahun 2020 Saya Mulai Bangun BLK di Mansel”

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan berolahraga usai memimpin apel bersama ASN, Satpol PP dan Linmas, di lapangan Borarsi Manokwari, 12 April 2019.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandcan menegaskan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) akan dilakukan mulai 2020 mendatang.

“Pusat bantu tak bantu, tahun 2020 saya mulai bangun BLK di Mansel,” ujar Gubernur dalam sosialisasi Perpres Nomor 17/2019 di sebuah hotel di Manokwari, Jumat (12/4/2019).

Rencana pembangunan BLK itu, menurut Gubernur, sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Papua Barat baru-baru ini.

BLK itu akan dibangun di lahan seluas 6 hektare di Distrik Oransbari, Kabupaten Mansel. BLK itu rencananya bisa menampung 300-500 orang.

Pembangunan BLK itu merupakan salah satu upaya prioritas Pemprov Papua Barat untuk membuat OAP tak lagi jadi penonton di tengah banyaknya SDA Papua Barat.

BLK itu akan melatih SDM OAP di bidang seperti industri, migas, pertanian dalam arti luas, kehutanan, dan pariwisata sesuai suberdaya alam Papua Barat.

Gubernur menegaskan banyak lapangan pekerjaan di Papua Barat, seperti di LNG Tangguh, pabrik semen, Genting Oil, kilang minyak di Salawati, Petrogas, dan tambang nikel, tapi OAP jadi penonton karena tak memiliki keahlian dan sertifikasi yang dibutuhkan.

“Lapangan kerja kita banyak, tapi kita tak bisa kerja karena kita tak punya sertifikat keahlian, ijazah, rebewes alias SIM untuk bawa dump truck, excavator. Saudara-saudara kita dari seberang punya itu, maka masuklah mereka,” tutur Gubernur.

Pelatihan bagi OAP melalui BLK itu akan bekerjasama dengan PT Petrotekno yang sukses kerjasama dengan Pemkab Teluk Bintuni, sehingga OAP akan memiliki keahlian dan sertifikasi yang dibutuhkan dunia usaha.

Gubernur mengatakan membuka pelatihan yang hanya selama 3,5 bulan itu medio tahun lalu. Angkatan pertama pelatihan bagi 80 orang OAP kawasan Teluk Bintuni dan 20 suku Nusantara yang lahir dan besar di Bintuni, langsung terserap habis.

“72 diterima kerja di LNG Tangguh, selebihnya menyebar ke Indonesia dan luar negeri. Ada yang kerj adi Qatar. Angkatan kedua juga. Baru masuk 100 orang sudah dipesan. Angkatan ketiga juga sudah dipesan,” tegas Gubernur.(an/dixie)