Ini Alasan KPU Mansel Tak Izinkan Pasbalon Mawar Masuk Ruangan Pendaftaran

Ini Alasan KPU Mansel Tak Izinkan Pasbalon Mawar Masuk Ruangan Pendaftaran
Ketua Bawaslu Mansel, Ingrit A Sabubun (kedua kiri), dan Ketua KPU Mansel Anton J Wopairi (kedua kanan), memberikan keterangan pers usai menutup masa pendaftaran pasbalon Pilkada Mansel, 07 September 2020 dini hari.

KPU dan Bawaslu Manokwari Selatan menepis tudingan beberapa pihak yang menyebutkan mereka memihak pada pasangan bakal calon (pasbalon) petahana.

Menurut Ketua KPU Mansel, Anton J Wopairi, pada pekerja pers usai penutupan masa pendaftaran Pasbalon, Senin (07/09/2020) dini hari, institusinya selalu berpijak pada aturan.

Salah satu contohnya adalah dengan tidak memperkenankan pasbalon Mawar masuk ruang pendaftaran.

“Saya kira teman-teman juga ikuti dari awal, pasangan bakal calon dari petahana, Bapak Markus Waran dan Bapak Wempi Welly Rengkung tetap berada di luar dan tidak bisa masuk ke ruangan pendaftaran, karena tidak membawa surat hasil tes swab. Itu konsekuensinya,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Bawaslu Mansel, Ingrit A Sabubun. Menurutnya hingga saat ini Bawaslu melihat KPU Mansel telah melaksanakan tahapan sesuai petunjuk teknis pelaksanaan.

Dia lalu mengatakan Bawaslu belum menemukan ada pelanggaran yang dilakukan KPU selama tahapan berjalan, termasuk tak diizinkannya pasbalon Mawar masuk ruangan verifikasi berkas karena belum membawa bukti swab test Covid-19.

Ingrit lalu meminta dukungan semua pihak untuk melapor ke Bawaslu jika menemukan ada pelanggaran. “Laporan harus dengan bukti agar tak jadi fitnah. Jangan sampai melapor tanpa bukti, sehingga tak bisa kita proses, lalu dianggap memihak. Kami tegaskan bahwa kami tidak bisa memproses bila laporan tidak didukung dengan bukti,” jelasnya.(pk2/dixie)

Baca Juga :
PDIP Usung Markus Waran-Wempi Rengkung di Pilkada Mansel, Didaulat Wakili Indonesia Timur