Keberhasilan PEN Mangrove Manokwari Butuh Komitmen Bersama

Keberhasilan PEN Mangrove Manokwari Butuh Komitmen Bersama
Tim Badan Restorasi Gambut dan Mangrove dalam kunjungan lapangan terkait Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Mangrove Manokwari Tahun 2021 di Distrik Manokwari Selatan. (Foto: ist)

Keberhasilan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Mangrove Tahun 2021 di Kabupaten Manokwari butuh komitmen bersama pemerintah dan masyarakat, khususnya pemilik hak ulayat kawasan pesisir pantai Manokwari.

Menurut Kepala Seksi Program Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (DASHL) Badan Pengelola DASHL Remu Ransiki, Bayu Adrian Victorino, Papua Barat merupakan salah satu dari sembilan provinsi pelaksanaan Program PEN 2021.

“Saat ini masih pada tahap survey untuk penyusunan rancangan teknis. Semoga Program PEN Mangrove ini dapat bermanfaat bagi masyarakat maupun pemerintah Kabupaten Manokwari,” kata Bayu dalam keterangan pers yang diterima papuakini dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari, Kamis (27/05/2021).

Bayu mengatakan ini usai melakukan kunjungan lapangan bersama tim Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, setelah koordinasi dengan Pemkab Manokwari dan Pemerintah Distrik Manokwari Selatan.

Kepala Distrik Manokwari Selatan, Meliyana Sayutan SE, sangat mendukung Program PEN Mangrove, khususnya masyarakat pesisir Sowi, Andai, dan Kabori.

Meliyana berharap ada kerja sama baik antara pemerintah dan pemilik hak ulayat, agar tidak ada perbedaan pendapat, tetapi lebih memikirkan dampak abrasi pantai yang berpotensi bencana bagi masyarakat pesisir.

“Besar harapan dengan menanam kembali hutan mangrove maka masyarakat di pesisir pantai bisa berada di zona aman,” tutur Meliyana.

Program ini diharapkan melibatkan masyarakat setempat mulai dari peyiapan bibit, penanaman, hingga perawatan agar masyarakat memiliki rasa kepemilikan.

Hal senada dikatakan Esau Wanggai yang turut menanam mangrove di kawasan Sowi 4, Distrik Manokwari Selatan, medio 2014 lalu.

Esau mengatakan hutan mangrove juga membantu memenuhi kehidupan keluarga dalam mendapatkan sumber makanan seperti ikan dan siput, kayu bakar serta tiang rumah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari, Yohanes Ada Lebang, mengatakan manfaat penting hutan mangrove tersebut perlu perhatian serius bersama.

Baca Juga :
Bupati Manokwari Lantik Romer Tapilatu Ketua KKAMT Manokwari

“Terutama dalam mendukung pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan kawasan pantai dan pesisir agar lebih bermanfaat dan lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat Manokwari,” tuturnya.(*)