“Orang Mandacan dan Orang Moi Arfak Jadi Satu”

Ketua Umum Perkumpulan Intelektual Malamoi Indonesia Papua Barat Sorong, Kepas Kalasuat SPd MPd, dalam Pelantikan dan Pengukuhan Badan Pengurus Daerah Perkumpulan Intelektual Malamoi Indonesia Manokwari Raya, di Hotel Oriestom Bay, Manokwari, Papua Barat, 28 Mei 2021.

“Orang Mandacan dan orang Moi Arfak jadi satu, dan orang Moi di Sorong juga akan jadi satu dengan Bapa juga.”

Ini pernyataan Ketua Umum Perkumpulan Intelektual Malamoi Indonesia Papua Barat Sorong, Kepas Kalasuat SPd MPd, dalam Pelantikan dan Pengukuhan Badan Pengurus Daerah Perkumpulan Intelektual Malamoi Indonesia Manokwari Raya, di Hotel Oriestom Bay, Manokwari, Papua Barat, Jumat (28/05/2021).

Bapa yang dimaksudkan Kepas Kalasuat adalah Dominggus Mandacan, Kepala Suku Besar Arfak turunan Lodewijk Mandatjan, yang juga Gubernur Papua Barat, yang hadir dalam pelantikan ini.

Kepas Kalasuat mengungkapkan Pengurus Perkumpulan Intelektual Malamoi Indonesia Papua Barat Sorong dilantik pada 28 Februari 2019. Saat itu Gubernur Papua Barat tak sempat hadir, dan diwakilkan pada salah satu Staf Ahli.

“Tapi SK Bapa tanda tangan, walau Bapa tak hadir, berarti sah,” tutur Kepas Kalasuat.

Kepas Kalasuat kemudian berterima kasih pada Gubernur Papua Barat, dan para bupati di Manokwari raya, yang menerima orang Moi dengan lapang dada di wilayah hukum adat Arfak.

“Saya pesan seluruh intelektual Moi di Manokwari Raya untuk dukung pemerintah provinsi maupun pemerintahan kabupaten di Manokwari raya,” tegas Kepas Kalasuat.

Kepas Kalasuat kemudian menitipkan pemberdayaan intelektual Moi yang ada di pemerintahan provinsi dan kabupaten wilayah Manokwari raya.

“Syukur-syukur kalau Sorong raya bisa jadi provinsi sendiri, karena suku Moi basisnya ada di Sorong,” ungkap Kepas Kalasuat.

Suku Moi yang terdiri dari tujuh sub suku mendiami kawasan kepala burung Pulau Papua, terutama di Kabupaten Sorong, Kota Sorong, Raja Ampat, dan Tambrauw, serta sebagian di Sorong Selatan dan Maybrat.(dixie)