Pemkab Fakfak dan Masyarakat Dukung Pembangunan Smelter Tembaga

Pemkab Fakfak dan Masyarakat Dukung Pembangunan Smelter Tembaga
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, didampingi Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw (kanan), dan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop, usai pelantikan Ketua Dekranasda Teluk Bintuni dan pengukuhan Bunda PAUD Papua Barat, di Gedung Dekranasda Papua Barat di Manokwari, 19 Juni 2021.

Pemerintah Kabupaten Fakfak dan masyarakat setempat mendukung pembangunan smelter (peleburan/pemurnian) tembaga di kabupaten tersebut.

“Dengan demikian Pemprov Papua Barat tentunya juga mendukung,” ujar Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menjawab pekerja pers, Sabtu (19/06/2021).

Gubernur Papua Barat lalu menyatakan pihak yang akan membangun smelter tersebut belum berkoordinasi tentang itu, tapi Pemkab Fakfak sudah secara lisan.

Seperti diberitakan papuakini sebelumnya, rencana pembangunan kerjasama G to G (government to government) ini diungkapkan, kala itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, yang kini Menteri Investasi / Kepala BKPM, pada 12 April 2021 lalu.

Pembangunan smelter itu akan dilakukan China ENFI Engineering Corporation (ENFI).

Gubernur Papua Barat menegaskan pembangunan smelter itu tentunya harus memenuhi semua syarat administrasi, termasuk Amdal, sesuai kewenangan masing-masing, mana kewenangan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Gubernur Papua Barat percaya investasi itu akan membawa pengaruh positif besar bagi Kabupaten Fakfak dan Provinsi Papua Barat.

“Pasti akan tercipta lapangan kerja besar di Fakfak,” ungkap Gubernur Papua Barat usai pelantikan Ketua Dekranasda Teluk Bintuni dan pengukuhan Bunda PAUD Papua Barat di Gedung Dekranasda Papua Barat di Manokwari ini.

TELUK BINTUNI

Dukungan juga diberikan pada Kabupaten Teluk Bintuni yang juga kaya berbagai sumberdaya alam. “Sejak awal kita dukung,” tutur Guberur Papua Barat yang saat itu didampingi Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, dan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop.

Berbagai kegiatan investasi sudah jalan di sana, seperti LNG Tangguh, dan Genting Oil yang kini sedang dalam penyusunan Amdal.

“Kita mau secepatnya, tapi terhambat pandemi Covid 19. Lambat sedikit tapi pasti,” tandas Gubernur Papua Barat.(an/dixie)

Baca Juga :
Listrik Bintuni Padam Bergilir, Ini Solusinya