Mini Cattle Yard Sipandu Bikin Papua Barat Finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

Mini Cattle Yard Sipandu Bikin Papua Barat Finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik
Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani (tengah depan), usai memaparkan secara virtual program Mini Cattle Yard Sipandu dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2021, 16 Juli 2021.

Program Mini Cattle Yard Solusi Pelayanan Terpadu (Sipandu) Sapi Potong di Kabupaten Manokwari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat membuat Provinsi Papua Barat jadi finalis Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2021.

Presentasi tentang program ini disampaikan Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, secara virtual di hadapan panelis, Jumat (16/07/2021).

Program ini dilatarbelakangi beberapa hal, salah satunya mencapai target program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang dicanangkan 2017 lalu.

Selanjutnya, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan memberikan target pada Papua Barat meliputi perkawinan sapi, kebuntingan, dan angka kelahiran.

“Kabupaten Manokwari dipilih sebagai daerah sasaran program UPSUS SIWAB karena menyumbang 23 ribu ekor sapi, atau 34,20 persen populasi di Papua Barat,” tutur Wakil Gubernur Papua Barat.

Hadirnya inovasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sarana produksi yang nyaman, efisien, dan efektif untuk ternak sapi yang dipelihara secara ekstensif, serta dapat menjawab pelayanan ternak dalam yang lebih besar serta waktu kerja petugas diefisiensi.

“Mini Cattle Yard dilakukan sebagai sarana penampung ternak yang didesain dengan berbahan baku pipa besi, tidak permanen, dan
dapat dipindahkan setiap saat. Keunikan ini membuat peternak lebih mandiri, terjadi peningkatan hasil yang diharapkan dan makin optimal,” tutur Wakil Gubernur Papua Barat.

Sebelum pelaksanaan inovasi ini, pembuatan
kandang membutuhkan bahan baku kayu yang lebih banyak, cenderung diambil secara serampangan, merusak hutan, Waktu pengerjaan lama, pelayanan juga tidak optimal hanya 5 hingga 10 ekor per hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat, drh Hendrikus Fatem, MP menyatakan akan terus fokus mengembangkan inovasi pada sentra peternakan di Papua Barat.

Baca Juga :
Daerah Desentralisasi Asimetris Indonesia Harus Jadi Contoh

“Tiga sentra peternakan di Papua Barat, wilayah Kabupaten Tambrauw di Distrik Kebar, Fak-Fak Distrik Bomberay, dan Kabupaten Sorong Distrik Salawati. Kita akan terus bangun MC Yard agar bisa berikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat.

Terselenggaranya pemaparan hasil kompetisi inovasi pelayanan publik ini atas kerjasama dengan Biro Organisasi Setda Papua Barat.(*)