Gubernur Papua Barat Launching Vaksinasi Covid-19 Pendidik dan Siswa SMA/SMK

Gubernur Papua Launching Vaksinasi Covid-19 Pendidik dan Siswa SMA/SMK
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, meluncurkan vaksinasi massal siswa SMA sederajat di SMAN 1 Manokwari, 20 Agustus 2021.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, melaunching vaksinasi Covid-19 untuk pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa SMA/SMK Papua Barat di SMAN 1 Manokwari, Jumat (20/08/2021).

Gubernur Papua Barat dalam kegiatan bertajuk Launching Vaksinasi Pelajar Menuju Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka Terbatas (KBMTMT) ini berterima kasih pada para orangtua siswa yang memotivasi dan mendorong anak-anaknya untuk divaksin.

Saat ini sudah 289.136 dari sekira 1,130 juta warga Papua Barat, 36,2%, yang sudah divaksin. Pemprov Papua Barat menargetkan akhir Agustus nanti bisa mencapai 50 persen.

Untuk itu, Gubernur Papua Barat mengajak semua siswa mulai SMP sampai lansia untuk vaksinasi di fasilitas-fasilitas kesehatan terdekat, atau di lokasi-lokasi vaksinasi massal.

“Selama 4 semester siswa belajar dari rumah. Kita harap dalam waktu dekat akan dibuka kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka terbatas. Merdeka belajar, Dengan vaksinasi ini diharapkan saat tatap muka terbatas digelar imun tubuh para siswa sudah terbentuk. Jadi, jangan takut divaksin,” tutur Gubernur Papua Barat.

Gubernur Papua Barat lalu mengungkapkan data kasus Covid-19 di Papua Barat per 19 Agustus 2021.

Terdata yang positif 21.752 orang, sembuh 19.789 orang (tingkat kesembuhan 91%), meninggal 328 orang, di mana 67 di antaranya berasal dari Manokwari. “Masih 1.635 yang dirawat di fasilitas kesehatan di Papua Barat maupun isolasi mandiri,” ungkap Gubernur Papua Barat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, mengatakan vaksinasi yang didukung Bank BNI ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Hebat, Indonesia Sehat, Papua Barat Sehat, Papua Barat Hebat.

“Juga guna mewujudkan merdeka belajar di Papua Barat melalui kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat.(dixie)