Presiden Korsel Resmi Dimakzulkan Gara-gara Kasus Samsung

Pendukung Presiden Park Geun Hye memegang bendera nasional Taegeukgi dalam unuk rasa dekat gedung mahkamah konstitusi Korsel di Seoul, sehari sebelum pembacaan putusan, Kamis (9/3). (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Mahkamah konstitusi Korea Selatan resmi memakzulkan Presiden Park Geun Hye lantaran kasus dugaan penyalahgunaan kekuasaan, korupsi dan suap yang melibatkan orang-orang dekatnya dengan Samsung, Jumat (10/3).

Tindakan Park Geun Hye “yang melanggar konstitusi dan hukum merupakan pengkhianatan atas kepercayaan publik,” kata ketua sementara hakim agung Korsel, Lee Jung Mi, seperti dilansir The Associated Press.

“Dengan demikian, dalam sebuah keputusan bulat mahkamah konstitusi, kami memutuskan memberhentikan Presiden Park Geun Hye,” tegas Lee Jung Mi.

Park Geun Hye, putri mantan presiden Korsel, Park Chung Hee, adalah presiden perempuan pertama Korsel. Dia juga presiden terpilih demokratis pertama Korsel yang dimakzulkan sejak berakhirnya era kediktatoran di negeri itu akhir 1980-an lalu.

Untuk memakzulkan Presiden, menurut Bloomberg, hanya dibutuhkan 6 dari 8 suara hakim konstitusi. Mahkamah juga mengambil keputusan relatif cepat, hanya dalam waktu 25 menit.

Pemakzulan ini membuka jalan bagi penyelidikan kriminal terhadap Park Geun Hye. Dia sebelumnya sudah dinyatakan tersangka oleh kejaksaan dalam skandal korupsi tersebut.

[embedyt] http://www.youtube.com/watch?v=-PgIM0vuh4w[/embedyt]

Kejaksaan sebelumnya juga telah menahan dan mendakwa sejumlah figur besar atas skandal itu, termasuk Choi Soon-sil, orang kepercayaan Park Geun Hye, sejumlah pejabat tinggi, dan Lee Jae-yong, putra mahkota raksasa elektronik dunia Samsung.

Pengunjuk rasa meneriakkan slogan pemakzulan Presiden Park Geun-hye di Seoul, Korsel, Kamis (9/3) lalu. Kertas yang mereka pampangkan itu bertuliskan “Pemakzulan’ dalam bahasa Korsel. (AP Photo/Lee Jin-man)

Park Geung Hye tak bisa diperiksa karena adanya aturan di  Korsel yang memberikan presiden kekebalan terhadap penyelidikan terhadap dugaan-dugaan tindak kriminal.

Pemerintahan Korsel saat ini untuk sementara dipimpin Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn, sampai digelarnya Pemilu Korsel medio Mei mendatang. Ada kabar Hwang akan maju dalam pemilu sebagai kandidat konservatif. Bila benar, maka dia harus lebih dulu mengundurkan diri. Salah satu wakil perdana menteri akan jadi pemimpin sementara.

Baca Juga :
STIH Bintuni Manokwari Kerjasama Dengan Tiga Universitas Korsel

Park Geun Hye sebelumnya dinyatakan berkomplot dengan temannya, Choi Soon-sil, untuk menerima suap dari Samsung Group. Kantor kejaksaan khusus mengatakan bahwa suap tersebut untuk memperkuat kedudukan kepala Samsung Group, Jay Y Lee, di perusahaannya.

Kejaksaan dalam pernyataan tertulis merinci temuan penyelidikan itu, kantor kejaksaan khusus mengatakan bahwa badan usaha negara, National Pension Service, yang memiliki sebagian saham Samsung, menyetujui penggabungan dua anak perusahaan Samsung Group pada 2015 meski harus rugi 119,87 juta dolar AS.(dixie)