Partai Demokrat menentang dan mengecam pernyataan dan klaim Presiden AS, Donald Trump, atas Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Demikian pernyataan DPP PD dalam siaran pers melalui Sekjen DPP PD, DR. Hinca Panjaitan XIII, SH, MH, ACCS, yang diterima papuakini.co, Sabtu (9/12).

Partai Demokrat menilai dan menganggap pernyataan Donald Trump itu akan memicu ketegangan baru di Timur Tengah, maupun ketegangan global yang bisa memicu kepada konflik internasional, serta menjadi ancaman terhadap proses perdamaian antara Palestina dan Israel.

Partai Demokrat menyatakan bahwa demi ketenangan dan kedamaian di Timur Tengah maupun kedamaian global, agar status Yerusalem tetap dipertahankan sesuai Resolusi PBB nomor 181 tahun 1947 dibawah kewenangan internasional, yang hakekatnya menjadikan Yerusalem sebagai kota bersama antara Israel dan Palestina, serta diberikan status hukum dan politik yang terpisah (separated body), menuju solusi permanen atas dasar Two State Solution.

Partai Demokrat menilai bahwa Konflik Palestina bukanlah konflik agama, namun murni perjuangan hak kemerdekaan Palestina sebagai bangsa.

Untuk itu, Partai Demokrat menyatakan mendukung penuh kemerdekaan Palestina.

Partai Demokrat akan terus berdiri bersama rakyat Palestina memperjuangkan hak kemerdekaannya sebagai bangsa. Dalam hal ini Demokrat akan melakukan langkah-langkah politik yang dibutuhkan secara tepat.

Partai Demokrat mendukung sikap Pemerintah Republik Indonesia untuk membantu perjuangan Rakyat Palestina menuju bangsa merdeka, serta agar aktif mengambil posisi menggalang kekuatan global untuk menekan Amerika secara diplomatis maupun langkah politik lainnya, sesuai dengan garis politik luar negeri bangsa Indonesia yang bebas aktif.

Partai Demokrat mendorong PBB maupun Organisasi Negara-negara Islam (OKI) untuk segera mengambil sikap menekan Amerika dan  tidak mengakui klaim Presiden Amerika Donald Trump atas Yerusalem.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Partai Demokrat mengimbau seluruh komponen bangsa, agar tetap tenang menyikapi dan memberikan respon atas pernyataan Donald Trump tersebut untuk menjaga kondusivitas dalam negeri.(***/dixie)