Gubernur Papua Barat dan Bupati Pegaf Tembakkan Senjata dan Tebas Parang

Resmikan Empat Ruas Jalan di Pegaf, Hampir 1 T Mengalir

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, bersama Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf), Yosias Saroi, meresmikan empat ruas jalan yang menghubungkan kabupaten itu dengan Kabupaten Teluk Bintuni dan Manokwari, Sabtu (13/03/2021).

Empat jalan itu adalah peresmian ruas jalan Testega – Moskona Timur, pembangunan ruas jalan Testega – Miyof – SP 9 Manokwari, peningkatan ruas jalan Meiforga – Testega – Demoura – Toma, dan pembangunan ruas jalan Testega – Meidodga.

Data yang diperoleh papuakini menunjukkan hampir Rp1 triliun dikucurkan untuk pembangunan, peningkatan, dan perawatan jalan serta pembangunan jembatan, termasuk perencanaan, di Kabupaten Pegaf dalam kurun 2017-2021.

Total jalan yang dikerjakan, termasuk direncanakan, sepanjang 239,775 km menelan anggaran Rp864 juta selang 2017-2021, dan empat jembatan sepanjang 150 meter, kurun waktu sama, menelan anggaran Rp37,971 M.

Gubernur bersama Bupati dalam peresmian itu menembakkan senjata api dan memotong bambu.

Penembakan senjata api dan pemotongan bambu itu sebagai bagian dari adat dan simbol budaya masyarakat suku Arfak.

“Kalau sudah potong bambu, maka sesuai adat harus dibangun. Tak boleh tidak. Buang tembakan sebagai wake up call, untuk bangunkan kita. Jangan lagi lipat tangan, tidur-tidur saja, tapi bekerja dan membangun serta membantu pemerintah sehingga pembangunan demi kesejahteraan masyarakat berjalan lancar,” ujar Gubernur.

Pembangunan jalan itu diproyeksikan akan isolasi daerah semakin terbuka, sehingga arus barang dan jasa baik ke dan dari Manokwari, Pegaf, dan Teluk Bintuni semakin lancar.

Jalan tersebut juga akan membuat masyarakat di kawasan Moskona Barat, Timur, Utara, Biscoop, dan Merdey tak perlu lagi berputar jauh melewati Kota Bintuni untuk pergi ke Manokwari.

Baca Juga :
Jangan Lagi Ada Serangan Fajar di Pegaf

“Kita akan buka isolasi daerah ini. Masyarakat bisa bawa hasil bumi dan jual ke Pegaf, Teluk Bintuni, Tambrauw, bahkan Sorong. Pegaf punya potensi luar biasa selain pariwisata tapi juga sayur mayur. Selama ini kita kebanyakan dapat wortel dan kentang dari Jawa dan Sulawesi. Ke depan bisa dari Pegaf,” tegas Gubernur.

Gubernur kemudian berterima kasih pada masyarakat, khususnya pemilik hak ulayat Kali Meidodga, yang mengizinkan pengambilan material untuk pembuatan ruas jalan di Distrik Testega dan gunung Botak Pegaf.

“Mari kita dukung pembangunan ini agar kontraktor bisa bangun dengan tenang, supaya pembangunan bisa cepat terpacu, sehingga masyarakat makin sejahtera,” tandas Gubernur.(dixie)